Hotel Umega

takanajuo.blogspot.com

Hotel Umega

Book and Reservation: (0754)558180 - 558323

Hotel Umega

Book and Reservation: (0754)558180 - 558323

Hotel Umega

Meeting Room

Takana Juo

Dodi Yulianda

Tampilkan postingan dengan label Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2009

Diserang "Hacker", Target Tabulasi Suara Sulit Tercapai


Para wartawan memanfaatkan fasilitas komputer yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat memantau jalannya penghitungan suara di Pusat Tabulasi Pemilu Nasional, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Rabu, 15 April 2009 | 12:39 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Serangan para hacker terhadap proses online dalam pelaksanaan tabulasi nasional Pemilu 2009 diakui mengganggu penyelesaian proses tabulasi yang tengah berjalan di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009.

Ketua Tim Ahli Teknologi Informasi Pemilu 2009 Husni Fahmi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ditemui di Gedung KPU, Rabu (15/4), mengaku, serangan hacker dalam pemilu kali ini jauh lebih mutakhir dibandingkan dengan serangan serupa di tahun 2004. "Tipe serangan yang sekarang lebih canggih," tutur Husni tanpa menjelaskan lebih jauh tentang model serangan itu.

Serangan hacker itu pulalah yang dituding menjadi penghambat bagi proses pengumpulan suara dari seluruh wilayah di Tanah Air. Ia mengindikasikan, target tabulasi hingga 80 persen sulit tercapai. "Gimana ya. Nanti terserah KPU saja yang menjelaskan. Operasional itu wewenang KPU. Kami sudah berusaha maksimal," ujar Husni.

Husni mengatakan, timnya sudah menyampaikan kepada KPU mengenai kesulitan-kesulitan yang terjadi, tak hanya serangan hacker, tetapi juga dari segi kelambatan operator di tingkat kabupaten/kota, hingga kekurangan server.

Sampai hari ini, jumlah suara yang masuk di Pusat TNP 2009 masih berkisar di angka 7.715.373 suara atau baru sekitar 4.5 persen dari total pemilih yang terdaftar dari 9.251 tempat pemungutan suara (TPS). "Nanti biarkan KPU saja yang menjelaskan. Kami kan bertanggung jawab kepada KPU," lanjut Husni.

Sementara itu, meski mengaku bukan pada kewenangannya, Husni juga mengatakan persoalan akibat serangan hacker telah diselesaikan KPU dengan berkoordinasi bantuan pihak Unit Cyber Crime Mabes Polri.


Sumber : KOMPAS.COM

Kamis, 26 Juni 2008

Yudisium Semester Dua

Penantian mahasiswa TKJ Provider Politeknik Unand semester ini tlah usai dengan keluarnya hasil yudisium.

Lihat hasil Yudisium TKJ Provider Politeknik Unand di sini.

Jumat, 30 Mei 2008

Mahasiswa Hanya Bisa Demo....???


Saya sebenarnya kurang setuju dengan anggapan bahwa Mahasiswa itu hanya bisa demo.., Mahasiswa demo menurut saya karna salahsatu fungsi dari keberadaan mahasiswa itu adalah untuk menyampaikan aspirasi rakyat, mereka lebih tau bagaimana kondisi rakyat, karena dari ribuan mahasiswa yang ada mereka memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, tidak sedikit yang berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah, jadi saya rasa mahasiswa lebih tau bagaimana keadaan rakyat ketimbang DPR. Dan yang sering mereka demo-in kan aspirasi rakyat...

Dan juga perlu kita pertimbangkan, mana ada masyarakat awam yang hidupnya susah pernah berani berkoar seperti mahasiswa, mereka hanya telan sendiri penderitaannya, hidup yang pas-pasan, untuk membiayai keluarga sehari-hari saja mereka begitu susah tanpa harus ditambah dengan KENAIKAN BBM, apa kita ga kasian...? Jadi kalau ga mahasiswa trus siapa lagi yang memperjuangkan nasip mereka..? Memang sih..,mahasiswa tidak bisa berbuat banyak, tapi dengan demo atau orasi setidaknya apa yang masyarakat rasakan dan harapkan terungkap ke pemerintah.
Tapi sayangnya pemerintah hanya menganggap aksi-aksi mahasiswa sebagai tindakan wajar tanpa ada respon yang berarti, dan mungkin karna itulah ebagian mahasiswa mwngungkapkan ekspresinya dengan berlebihan. Kasian dong pak Pejabat, kasihan saudara kita yang hidupnya susah..


Oke, kalau memang BBM tidak bisa diturunkan lagi, tolong dong adain suatu program pemerintah untuk menolong saudara sebsangsa kita yang hidupnya dibawah garis kemiskinan.
Dan satu harapan saya, bapak-bapak dipemerintahan dan orang-orang kaya jangan nyalahin mahasiswa mulu, untuk kita ketahui, mahasiswa adalah mulut orang-orang yang hidupnya melarat, dan lidah maysarakat awam yang hanya bisa pasrah dengan nasip buruk yang menimpa mereka.

Dan juga saya menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia, jagalah nama mahasiswa dimata masyarakat, jangan menjatuhkan harga diri sendiri. Aksi,knapa tidak. Saya sendiri suka aksi, tapi kita harus slalu ingat bahwa kita adalah kaum intelektual yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara kita tercinta.

Mari kita aksi dengan damai....!!!!
J *